Profil

  1. Pondok Pesantren Daar Al-Muttaqin

Dengan dibukanya jenjang pendidikan dasar di SDII Nurul Musthofa, ternyata terdapat beberapa santri dari luar kota Klaten, maka pada 2001 didirikan Pondok Pesantren Daar Al- Muttaqin, sebagai asrama bagi santri dan santriwati. Demi menjaga kerukunan dan misi keumatan, pada 2004 HM Basri Bakri mewakafkan tanah dan bangunan Masjid Al-Muttaqin kepada Nahdlatul Ulama (NU), yang kebetulan satu lokasi dengan gedung Madrasah Diniyah Al-Muttaqin. Gedung dan masjid baik yang diwakafkan ke Muhammadiyah maupun NU kesemuannya tetap atas pengelolaan Yayasan Iltizamu Tauhid Taqwa (ITT). Kewenangan pengelolaan oleh Yayasan ITT tersebut diharapkan agar netralitas dan kemaslahatan umat (di atas dan untuk semua golongan) tetap terbina dalam mengelola Lembaga Pendidikan Islam Internasional Nurul Musthofa.

 

  1. Madrasah Diniyah Al-Muttaqin

Setelah meninggalkan Pondok Pabelan Magelang dengan seorang diri pada 1979,  HM Basri Bakri memulai mendidik 9 santri di masjid Al-Muttaqin dengan lentera (teplok) seadanya. Semua santri merupakan warga desa sekitar Masjid Al-Muttaqin Troditan Bolopleret Juwiring Klaten. Setelah berlangsung  selama lebih kurang satu tahun pengajaran al-Qur’an, ilmu dasar agama Islam dan bahasa Arab (durus lughoh, Gontor) dirasakan menunjukkan hasil yang baik, kegiatan pengajian beliau  konsultasikan kepada guru beliau sewaktu mengaji di kampung, yaitu KH Musthofa. Sang guru memberikan amanat agar pengajian yang sudah berjalan tersebut di buat Madrasah Diniyah Sore.

Pada 1980 Madrasah Diniyah Al-Muttaqin mulai berjalan dengan memakai rumah pendiri (sekarang kamar putra Pondok Pesantren Daar Al-Muttaqin), dan atas rahmat Allah SWT, animo masyarakat  Kecamatan Juwiring sangat baik, di hadapan para jamaah haji Juwiring, pada 1983, di rumah tokoh masyarakat alm. Bapak H. Fadhil, memberikan mandat tentang pengajaran al-Qur’an, juga beliau terima dari sesepuh Muhammadiyah Juwiring, Mbah H. Siswo (Bapak dari H. Muhson Burhani, tokoh Muhammadiyah Surakarta).

Seiring dengan bertambahnya santri di madrasah Al-Muttaqin, fasilitas lokasi bekas open tembakau, penyimpanan padi dan kandang ayam, yang merupakan peninggalan orang tua HM Basri Bakri, terpaksa dipakai sebagai tempat pengajian.

Pada 1995, gedung bangunan lama direnovasi dan mulai dibangun gedung baru Madrasah Diniyah Al-Muttaqin, dengan proyeksi 4 lantai. Selama pembangunan lantai pertama berlangsung, para santri madrasah melangsungkan belajar mereka dengan meminjam rumah-rumah warga kampung Dukuh Troditan Bolopleret. Dengan visi keumatan, maka pada 1995 HM. Basri Bakri mewakafkan tanah ke lembaga keagamaan Muhammadiyah.

 

  1. Sekolah Dasar Islam Internasional (SDII) Nurul Musthofa

Pada tahun 2000, pendiri yayasan ITT, HM Basri Bakri memprakarsai pendirian Sekolah Dasar Islam Internasional (SDII) Nurul Musthofa dengan Motto “Go International with Tauhid, Taqwa, Science and Language.” SDII Nurul Musthofa merupakan sekolah dasar yang menerapkan kurikulum Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), kurikulum Pendidikan Nasional, dan Kurikulum muatan lokal Lembaga Pendidikan Islam Internasional (LPII) Nurul Musthofa dan Pondok Pesantren (ma’had). Dengan mengintegralkan kurikulum tersebut, serta melalui pembelajaran al-Quran Integral dengan bimbingan para khuffadz, diharapkan lulusan SDII Nurul Musthofa memiliki life skill yang tinggi dalam ilmu pengetahuan keagamaan maupun ilmu pengetahuan umum.

 

  1. KBIH Zam Zam Nusantara (sekarang ALKAM)

Selain digunakan untuk sarana pendidikan formal dan non formal, mulai 1998 diselenggarakan pengajian umum manasik haji yang dilaksanakan setiap Ahad pagi jam 06.00 WIB. Berangkat dari pengalaman ini, pada 2004 Yayasan ITT mendirikan KBIH Zam-Zam Nusantara dengan basis bimbingan haji dan pelayanan kesehatan terpadu, tapi sejak tahun 2010 beralih ke Biro Umroh & Haji (ALKAM)

 

  1. International Islamic Pre-School (TKII Nurul Musthofa)

TKII Nurul Musthofa merupakan pendidikan pra sekolah setingkat TK, untuk  menyemai dasar pendidikan agama dan pengetahuan umum kepada para santri usia 4 tahun sampai 6 tahun dengan basis Learning to Know, Learning by Game, Learning Together, Learning by Doing, dan Learning by Praying. Dengan metode tersebut diharapkan akan tumbuh santri yang Gembira, Kreatif, Cerdas, dan Sholeh.

Muatan dasar pendidikan di Pre-School Nurul Musthofa adalah perpaduan antara kurikulum Pendidikan Nasional dan muatan lokal yayasan ITT, sehingga sesuai dengan kurikulum lanjutan yang diterapkan di SDII Nurul Musthofa.

 

  1. International Islamic Middle School (SMII) Nurul Musthofa

Pada 2007, Yayasan  Iltizamu Tauhid wa Taqwa (ITT) akan mendirikan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Nurul Musthofa,  sebagai program pendidikan dasar 9 tahun sesuai yang dicanangkan pemerintah, dan merupakan program lanjutan dari pendidikan dasar di SDII Nurul Musthofa. Pendirian SMP Islam Nurul Musthofa diperlukan guna menjaga nilai-nilai dan program kurikulum Internasioanl yang telah disemai dan ditanamkan siswa-siswi SDII Nurul Musthofa.

SMII Nurul Musthofa merupakan jenjang pendidikan setingkat SMP dengan menerapkan standar Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang memadukan kurikulum internasional, ­dengan penerapan ICT (Information, Communication, & Technology), billingual languages, dan perpaduan kurikulum Pendidikan Nasional, kurikulum Pondok Pesantren (ma’had), dan kurikulum muatan lokal Lembaga Pendidikan Islam Internasional Nurul Musthofa.

 

  1. International Islamic Playgroup Nurul Musthofa

Berdiri pada tahun 2009 sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat untuk menanamkan dasar-dasar akhlakul karimah kepada anak-anak sebelum mereka menempuh pendidikan formal di tingkat TK maupun SD.

  1. VISI

Menghantarkan kader-kader muda Islam menjadi generasi yang robbani (mengenal diri dan tuhannya), tarbawi (terpelajar), qurani (cinta dan mengamalkan al-Quran), nasionalis (cinta tanah air), cendekia (kepemimpinan), dan humanis (rasa kemanusiaan dan kepedulian).

2. MISI

    1. Menyemai peserta didik yang mencintai Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW dan al-Quran;
    2. Menumbuh kembangkan rasa kebangsaan, cinta tanah air, jiwa kemandirian dan kepemimpinan;
    3. Menumbuh kembangkan peserta didik dalam kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual;
    4. Membekali peserta didik yang mampu menebarkan pesan keislaman, membangun ummatan wasathan dan nilai-nilai universal;
    5. Mengembangkan bahasa (bahasa Arab dan bahasa Inggris), keilmuan dan IPTEK dengan spirit ”Go International with Tauhid, Taqwa, Science and Language”.

 

3. KURIKULUM

Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan dan internalisasi antara beberapa kurikulum yang mengacu kepada pendidikan Islam, yaitu memadukan antara:

  1. Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional;
  2. Kurikulum Pesantren (ma’had);
  3. Kurikulum terpadu Muatan Lokal Yayasan ITT

 

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN

  1. Sholih Khuluqiyah (Elan Profetik);
  2. Sholih Fikriyah (Intelligent Quotient);
  3. Sholih ‘Amaliyah (Interpersonal Quotient);
  4. Sholih Ruhiyah (Spiritual Quotient Quotient).
  5. Sholih Ijtima’iyah (Social Quotient)

 

4. SISTEM PENDIDIKAN

Di dalam proses pembelejaran diterapkan metode dan pilar pendidikan berikut.

  1. Learning By Praying
  2. Learning By Playing
  3. Learning By Process
  4. Learning By Doing
  5. Learning Together

 

5. LEGALITAS FORMAL

  1. Peraturan perundang-undangan negara Republik Indonesia;
  2. Akta Yayasan Lembaga Pendidikan Iltizam at-Tauhid wa at-Taqwa (ITT)

Nomor: C-1112.HT.03.01-Th. 2002.

 

  1. VARIABEL LEMBAGA PENDIDIKAN YAYASAN ITT
  2. Madrasah Diniyah Al-Muttaqin (1980);
  3. International Islamic Elementary School (SDII) Nurul Musthofa (2001);
  4. Pondok Pesantren Daar Al-Muttaqin (2001);
  5. KBIH Zam Zam Nusantara (2004);
  6. International Islamic Pre-School (TKII) Nurul Musthofa (2006);
  7. International Islamic Middle School (SMII) Nurul Musthofa (2007);
  8. International Islamic Playgroup Nurul Musthofa (2009).

 

 

6. PERSONALIA

PENGURUS YAYASAN

1.. Ketua Yayasan

H. Muhammad Basri Bakri

2. Wakil Ketua

Rudjito, S.Ag.

H.Muhammad Badruddin Zarkasyi, S.Th.I.

3. Sekretaris

H. Ahmad Sulaiman Fajri, SHI, M.Pd.

KEPALA MADRASAH DINIYAH

Tri Sarjianto

PONDOK PESANTREN DAAR AL-MUTTAQIN

1.. Pimpinan Pondok Pesantren

HM Basri Bakri

2. Pengasuhan

H. Muhammad Badruddin Zarkasyi, S.Th.I

3. Pengurus Pondok

H. Ahmad Sulaiman Fajri, S.H.I, M.Pd.

4. Sekretaris

Fauzan Khusen, ST

5. Kesantrian

Musodikin Yusuf Anshori, M.H.I

 

6. ALUMNI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR/ UNIDA GONTOR

    1. Muhammad Badruddin Zarkasyi (alumni Gontor 2000)
    2. Mochamad Yusro (alumni Gontor 1997)
    3. Yeni Insyirah (alumni Gontor Putri 2008)
    4. Javier Ashar (alumni Gontor 2011)
    5. Thoriqul Islam (alumni UNIDA Gontor 2018)
X